"Pemerintah baru akan menerima warisan agak parah dari pemerintah sekarang yaitu subsidi BBM, krisis listrik, sektor minyak bumi lemah, dan investasi migas tidak menarik, kita salah satu yang tidak menarik di dunia," kata Pakar Energi Ari Soemarno saat acara Pemaparan Platform Ekonomi Jokowi-JK, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
Ia menjelaskan, saat ini masih banyak pemadaman listrik di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun 2015 pemadaman listrik diperkirakan makin akan sering terjadi karena infrastruktur sektor kelistrikan Indonesia lambat dibangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemadaman listrik di 2015 akan lebih banyak. BBM lemah, produksi terus menurun. Lifting minyak tinggal 820 ribu barel per hari, ini paling rendah. Impor BBM meningkat. Mudah dimainkan oleh pasar dan berbagai kepentingan," katanya.
Beberapa hal harus dipersiapkan pemerintahan baru yaitu penanggulan subsidi BBM, yaitu solusinya dengan menaikkan harga BBM sekaligus atau bertahap.
"Dengan pemahaman subsidi tetap diberikan kepada yang membutuhkan," katanya.
Hal lainnya adalah meningkatkan keandalan penggunaan energi. "Kita harus segera menyelesaikan pembangunan 23 Giga watt, konversi energi," ujarnya.
Ari mengatakan, pemerintahan baru juga perlu meningkatkan iklim investasi yang kondusif di Indonesia. Kebutuhan investasi di sektor energi Indonesia mencapai US$ 425 miliar bidang kelistrikan dan perminyakan.
"Perlu reformasi sektor hulu migas karena iklim sekarang tidak kondusif, birokratif, koruptif, oleh karena itu perlu pembaharuan sistem dan fiskalnya. Ini perlu revolusi mental. Kita perlu mengubah mindset, dibutuhkan untuk energi kalau nggak ada di negara sendiri ya cari di negara lain," tandasnya.
(drk/hen)











































