Bila menang dalam pilpres, JK berjanji untuk gencar membangun infrastuktur pembangkit listrik di Indonesia.
"Nanti jika kami memimpin, kita tidak lagi bangun 10 ribu MW per 3 tahun, tapi harus 20.000 MW," tutur JK saat menyampaikan visi dan misi ekonomi di depan pengusaha dalam acara di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun begitu saya tidak menjadi wapres lagi, program itu berhenti, bahkan yang 10.000 MW saja nggak selesai-selesai, nggak ada yang kawal, tentu ini kesalahan mutlak pemerintah yang menjalankan pemerintahan," kata JK.
Dia mengatakan, bila program pembangunan pembangkit listrik tidak dijalankan, maka dalam beberapa tahun ke depan Jakarta bisa kekurangan listrik.
"Kalau tidak, maka dalam beberapa tahun ke depan Jakarta bisa gelap gulita, akibat terlambat bangun pembangkit, karena listriknya nggak cukup, nggak ada, pakai lilin, nggak akan sanggup nyalakan anda punya handphone," tegas JK.
(dnl/hen)










































