Presiden FSPPB Ugan Gandar mengatakan aksi dimaksudkan untuk menggugah para pengambil keputusan di Indonesia soal keberpihakan kepada BUMN khususnya Pertamina.
Berikut empat aspirasi para serikat pekerja:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, pemerintah harus menghentikan rencana divestasi Anak Perusahaan Pertamina.
Ketiga, meminta penghentian proses KSO lapangan backbone Pertamina EP.
Keempat, meminta penghentian wacana perpanjangan Kontrak Blok Mahakam ke asing dan segera putuskan penyerahan pengelolaannya ke Pertamina pasca kontrak 2017.
"Dengan aksi ini kami menegaskan kepada pemerintah dan juga masyarakat Indonesia, agar mereka tau Pertamina perannya bagi negara ini sungguh luar biasa sehingga jangan sampai ada niatan-niatan untuk mengkerdilkan Pertamina melalui berbagai macam kebijakan sembrono dan tidak berpihak kepada bangsa sendiri," kata Ugan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/6/2014).
Menurutnya aksi hari ini melibatkan perwakilan pekerja Pertamina dan anak perusahaan dari seluruh Indonesia dan juga didukung oleh mahasiswa.
Marzuki, Ketua Bidang PTKP (Perguruan Tinggi dan Kepemudaan) Himpunan Mahasiswa Indonesia Badko Jateng-DIY mengatakan pihaknya mendukung perjuangan pekerja Pertamina.
"Ini saatnya sumber-sumber minyak kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Itu prinsip yang sudah harga mati jangan diperpanjang lagi. Ini momentum, mestinya negara sendiri yang mengelola," katanya.
(hen/hds)











































