Direktur Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, sampai saat ini belum ada titik temu antara Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan soal harga jual bioetanol.
"Kenapa ini belum berkembang? Karena harganya itu khusus etanol belum bersepakat dengan teman-teman Kemenkeu. Meskipun sudah diaudit oleh BPKP," kata Rida di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (5/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnyam sejumlah perusahaan menutup produksi etanol untuk bauran bahan bakar. Sementara sebagian besar dari perusahaan kapasitas besar memilih menjual tetes mentah sari tumbuhan ketimbang menjualnya dalam bentuk bioetanol.
"Artinya harus ada audit lagi, karena harga itu kan harus ada strukturnya dari mulai produksi, pengolahan segalam macam," tuturnya.
Sebelumnya, salah satu pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengungkapkan upayanya mengembangkan bioetanol dari nira aren.
Dalam paparannya, kubu tersebut berpandangan bahwa selain dapat mendukung ketahanan energi nasional, upaya ini juga dapat meningkatkan taraf hidup petani aren di tanah air.
(dnl/dnl)











































