Ini Penampakan Pabrik Pengolahan Emas Newmont Rp 18 T yang Setop Operasi

Ini Penampakan Pabrik Pengolahan Emas Newmont Rp 18 T yang Setop Operasi

- detikFinance
Kamis, 12 Jun 2014 10:21 WIB
Ini Penampakan Pabrik Pengolahan Emas Newmont Rp 18 T yang Setop Operasi
Foto: Pabrik Konsentrat Newmont (Wiji-detikFinance)
Sumbawa Barat - Seluruh kegiatan pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) resmi dihentikan 5 Juni 2014 lalu, termasuk di pabrik pengolahan konsentrat emas dan tembaga. Pabrik yang dibangun senilai US$ 1,8 miliar atau setara Rp 18 triliun ini bahkan sudah berhenti operasi lebih dulu sejak 1 Juni 2014.

Seperti diketahui, Newmont telah secara resmi menyampaikan pemberitahuan kepada pemerintah dan para karyawan bahwa perusahaan menyatakan keadaan kahar (di luar kuasa/force majeur) sesuai Kontrak Karya karena adanya penerapan larangan ekspor yang membuat perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan produksi.

"Kita ada di pabrik pengolahan konsentrat PT NTT atau disebut consentrator. Ini adalah mesin penggilingan yaitu untuk menggerus dan memecahkan batuan sampai ukuran 250 mikron menjadi konsentrat (emas dan tembaga). Kita konsentrasikan kandungan tembaga dari area tambang," kata Manager, Procesing and Powerplant PT NTT Ilyas Yamin saat memberikan penjelasan kepada media, di area pertambangan Batu Hijau PT NTT Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (12/06/2014).

Ilyas menjelaskan, pemrosesan dari batu menjadi konsentrat yang dilakukan di pabrik ini memerlukan waktu yang cukup panjang, yaitu 6-7 jam. Batuan tambang dikirim menggunakan alat yang dinamakan conveyer.

Ilyas menambahkan, kandungan tembaga dari 1 ton batu tambang yaitu 0,3%. Lalu setelah melalui proses penggilingan kadar tembaga meningkat menjadi 23-27%. Sedangkan untuk emas kadar di setiap 1 ton batuan adalah sebesar 0,07 gram/ton hingga 0,1 gram/ton. Setelah dikonsentrasikan kadar konsentrat emas meningkat antara 5-10 gram/ton.

"Kapasitas bahan baku berupa batu tambang rata-rata per hari normalnya 110.000-120.000 ton batu yang digiling. Produksi 1.000-1.500 ton/hari konsentrat yang dihasilkan. Memisahkan tembaga dan emas butuh proses smelter," tuturnya.

Pabrik ini setidaknya mempunyai 8 mesin utama antara lain terdiri dari 2 mesin sagmill dan 4 mesin bowmill. Setiap hari pabrik ini memerlukan listrik 96 MW dan 13.000 meter kubik air per jamnya dengan keterlibatan tenaga kerja hingga mencapai 1.000 orang.

"Sekarang kondisinya sudah mati atau tidak beroperasi. Di sini setiap hari ada karyawan Newmont yang bekerja sebanyak 700 orang, dan kontraktor sebanyak 300 orang. Dengan tutup operasi, sekarang yang masuk kerja hanya 34 orang terdiri dari 5 orang operator, sisanya maintanance dan listrik hanya 2,5 MW. Setiap hari kita hanya panaskan mesin, siapin oli. Agar kalau kita dapat izin ekspor bisa beroperasi dengan cepat. Tetapi butuh waktu 2-6 minggu untuk masa start," jelasnya.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads