Demikianlah siaran pers dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang diterima detikFinance di Jakarta, Minggu (15/6/2014).
Tajak sumur eksplorasi Serai-1 yang menggunakan Rig COSL BOSS milik China Oilfield Services Ltd akan dilakukan dengan teknik pengeboran vertikal. Setelah pengeboran sumur eksplorasi Serai-1 mencapai target, maka pengeboran akan dilanjutkan ke sumur eksplorasi Bawang Putih-1 menggunakan teknik pengeboran directional atau pengeboran miring dengan kedalaman yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Murphy Oil telah selesai melakukan tajak sumur ekplorasi pertama di Blok Semai II yaitu di sumur Lengkuas-1 yang merupakan sumur eksplorasi di laut dalam, sekitar 6.500 meter dari dasar permukaan laut.
Diharapkan pengeboran sumur eksplorasi Serai-1 dan Bawang Putih-1 dapat menghasilkan penemuan cadangan hidrokarbon, baik minyak maupun gas bumi, yang cukup ekonomis sehingga dapat meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi nasional dan dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional.
“Kami memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan eksplorasi mencari cadangan minyak dan gas oleh Murphy Oil di wilayah kami. Harapannya, kegiatan eksplorasi ini menemukan cadangan minyak dan gas sehingga dapat diproduksi yang akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupatan Fak-Fak,” ujar Wakil Bupati Fak-Fak Donatus Nimbitkendik.
Saat ini, terdapat 6 KKKS Produksi di wilayah Papua dan Maluku yaitu BP Indonesia Ltd (Berau, Mutuari, Wiriagar), Petrochina International (Bermuda) Ltd, PT Pertamina EP Aset-5 Field Papua, Citic Seram Energy Ltd, Kalrez Petroleum (Seram) Ltd, dan JOB Pertamina-Petrochina Salawati. Sementara Inpex Masela Ltd masih dalam tahap pengembangan.
(mkl/hds)











































