Cadangan minyak Indonesia terancam oleh tumbuhnya konsumsi sekitar 8% setiap tahunnya tanpa diikuti peningkatan dan pembangunan infrastruktur. Pertamina pun berinisiatif membuat tambahan cadangan minyak atau strategic petroleum reserve.
"Pertamina bisa bangun storage. Kita siap ambil alih program strategic petroleum reserve," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya pada Media Workshop di Hotel Hyatt, Yogyakarta, Selasa (17/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia negara besar yang nggak punya strategic petroleum reserve. Burma (Myanmar) saja yang negara tertutup punya cadangan hingga 90 hari," ujar Hanung.
Pertamina sendiri berencana membuat cadangan tambahan 1,8-2 juta kiloliter (KL) BBM. Program peningkatan cadangan ini dilakukan hingga 2018.
"5 tahun ke depan kuasai dan kelola storage BBM 1,8-2 juta KL. Itu sampai 2018. Itu nggak banyak," sebut Hanung.
Namun, Hanung mengaku ada pihak-pihak yang menyangsikan kemampuan Pertamina untuk mengelola cadangan minyak nasional. Bahkan ada yang berniat menyerahkan pembangunan dan pengelolaan tempat penampungan minyak kepada perusahaan asing.
"Ada persepsi Pertamina nggak punya uang, Pertamina sibuk urus PSO (Public Service Obligation). Ini maksudnya kedaulatan. Kita siap koordinasi tapi kendali di dalam negeri. Kerjasama dengan BUMN adalah opsi yang bagus," paparnya.
(feb/hds)











































