"Sudah terealisasi 900.000 sambungan rumah baru sampai April," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman di kantornya, Jakarta, Rabu (18/6/2014).
Jarman mengatakan, penyediaan sambungan baru ini merupakan bagian dari program pemerataan jaringan listrik se-Indonesia yang dicanangkan pemerintah pusat, yang targetnya elektrifikasi bisa mencapai 99% di 2020.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target 2020 mencapai 99% (elektrifikasi) sudah tersambung listrik. Pertambahan penyambungan 3 juta sambungan rumah baru per tahun, tahun ini juga segitu. Kita harapkan tercapai, malah sepertinya bisa lebih," ujar Jarman.
Jarman juga mengatakan soal pembangunan pembangkit listrik untuk menambah sambungan listrik baru tak lagi menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti solar. Namun harus mengutamakan pada pembangunan pembangkit listrik dengan memanfaatkan sumberdaya lokal seperti air, angin dan matahari.
"Di daerah yang sangat terpencil itu kan di situ kita sumber energi kadang-kadang terbatas. Tapi kan listrik tetap harus ada, jadi kita pakai sumber energi yang ada. Harus dipikirkan misalnya dengan solar-cell (panel surya). Contohnya seperti Pulau Miangas (Sulawesi Utara), itu pakai solar cell," pungkasnya.
Kementerian ESDM juga menggandeng pelaku koperasi di daerah-daerah untuk menyediakan listrik dalam skala lokal,untuk pemerataan akses listrik di seluruh masyarakat.
"Kita seperti yang baru kemarin dilakukan kerjasama dengan Kementerian Koperasi. Jadi kita ingin daerah-daerah itu bisa mandiri menyediakan listriknya sendiri. Kalo itu bisa, percepatan pembangunan di daerah juga bisa," ungkapnya.
(hen/hen)











































