Hindari Mafia Minyak, Pertamina Tak Lagi Impor BBM Lewat Broker

Hindari Mafia Minyak, Pertamina Tak Lagi Impor BBM Lewat Broker

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2014 15:11 WIB
Hindari Mafia Minyak, Pertamina Tak Lagi Impor BBM Lewat Broker
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menegaskan impor BBM dan minyak mentah yang dilakukan melalui anak perusahaan Pertamina, yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki oleh Pertamina itu hanya dilakukan dengan mengundang langsung National Oil Company (NOC) untuk minyak mentah dan NOC serta produsen BBM (pemilik kilang) untuk produk BBM.

VP Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir menegaskan tidak ada lagi peran trader minyak apalagi broker dalam proses pengadaan BBM dan minyak mentah oleh PT Pertamina.

"Kami tegaskan bahwa dalam proses pengadaan BBM dan minyak mentah di Pertamina, tidak ada lagi peran trader atau broker minyak yang selama ini disebut-sebut sebagai mafia minyak," kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/6/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali menegaskan sebagai komitmen keterbukaan Pertamina terkait impor minyak dan BBM, maka proses tender pengadaan di Petral juga pernah dipantau langsung oleh para tokoh masyarakat, LSM, anggota DPR dan juga media. Selain itu, tiap tahun, Pertamina dan termasuk Petral di dalamnya, juga diaudit oleh BPK dan prosedur pengadaan dipantau oleh KPK.

Ia menambahkan, terkait upaya Pertamina mengurangi ketergantungan impor BBM, perseroan telah berinisiatif melakukan penambahan kapasitas kilang, melalui pembangunan kilang baru dengan menggandeng beberapa mitra maupun melakukan buttom-upgrading kilang-kilang yang sudah ada.

Menurutnya untuk buttom upgrading kilang, Pertamina telah menyusun Refinery Development Master Plan untuk kilang-kilang yang sudah ada, yaitu Balongan, Cilacap, Balikpapan, Plaju, dan Dumai dengan potensi peningkatan kapasitas produksi sebesar 50% pada 2018.

“Jika hal itu dapat terealisasi maka diharapkan impor BBM dapat ditekan dan ketahanan energi nasional semakin meningkat,” tutupnya.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads