CT Ajak BUMN Malaysia Bangun Pembangkit dan Transmisi Listrik di Sumatera

CT Ajak BUMN Malaysia Bangun Pembangkit dan Transmisi Listrik di Sumatera

- detikFinance
Rabu, 18 Jun 2014 19:28 WIB
CT Ajak BUMN Malaysia Bangun Pembangkit dan Transmisi Listrik di Sumatera
Jakarta -

Menko Perekonomian Chairul Tanjung menerima perwakilan dunia usaha dari Malaysia. Salah satu hal yang dibahas adalah pengembangan jaringan listrik antar kedua negara.

Perusahaan Malaysia yang menyambangi CT, sapaan akrab Chairul Tanjung, adalah perwakilan dari Khazanah Nasional Berhad. Perusahaan ini adalah holding BUMN Malaysia yang bergerak di bidang investasi.

"Jadi kita membicarakan akan bagus kalau Khazanah membangun pembangkit listrik di Sumatera,” ungkap CT kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut CT, dengan dibangunnya pembangkit listrik di Sumatera, maka penyediaan listrik di pulau tersebut akan lebih efisien karena dekat dengan sumber bahan baku energi seperti batu bara. Sayang, CT belum bisa mengungkapkan berapa kapasitas pembangkit listrik yang akan dibangun.

“Kalau pembangkit listrik bangun di situ (di Sumatera), jadi tidak perlu batu bara ditransportasikan ke Jawa baru listriknya dialirkan ke Sumatera. Jadi tinggal yang ditransportasikan listriknya, dengan begitu sangat efisien,” papar dia.

Selain pembangkit, perusahaan asal Malaysia ini juga menyatakan minatnya untuk melakukan investasi dalam pembangunan jaringan transmisi Sumatera-Jawa. Gagasan ini, menurut CT, sejalan dengan rencana pemerintah untuk membangun jaringan transmisi kabel 500 kV. Dengan kabel bawah laut Sumatera itu, jaringan listrik Sumatera akan terhubung dengan jaringan listrik Jawa-Bali.

"Jadi selain pembangkit, mereka juga mau investasi di jaringannya. Mereka punya konsep bangun bikin kabel listrik di dasar laut. Jadi nanti Jawa, Sumatera, dan lainnya akan terhubung listriknya," terang CT.

Kemudian, untuk mengefisienkan penggunaan listrik kedua negara, proyek ini juga nantinya akan menghubungkan jaringan listrik Malaysia dengan Indonesia melalui jaringan listrik bawah laut lintas Sumatera. “Dengan begitu nanti ada kerja sama antara PLN Indonesia dengan Malaysia untuk saling mengalirkan listrik," ujarnya.

Indonesia dan Malaysia, demikian CT, saling diuntungkan dengan kerja sama ini. "Keduanya memiliki spesifikasi beban puncak yang berbeda. Kalau PLN Indonesia beban puncaknya malam hari, kalau Malaysia siang hari. Jadi kalau siang kita bisa jual listrik ke Malaysia, kalau malam Malaysia yang jual listrik ke Indonesia. Dengan begitu terjadi win-win solution,” jelasnya.

CT menambahkan, hasil pembicaraan ini akan ditindaklanjuti dengan menjalin komunikasi ke Kementerian ESDM, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Besok Bappenas akan rapat di sini, salah satunya soal kabel bawah laut itu. Kita akan segera tindak lanjuti," tegas CT.

(hds/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads