Kontrak minyak jenis Brent untuk pengiriman Agustus sempat menyentuh US$ 114,8 per barel, yang merupakan harga tertinggi sejak September 2013. Namun pada penutupan perdagangan, harganya turun tipis ke US$ 114,5 per barel.
Sementara minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli harganya naik 40 sen menjadi US$ 106,37 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan pemerintah Irak memang berhasil kembali menguasai kilang minyak yang diserang para militan Sunni. Namun meski berada di bawah kendali pasukan Irak, hingga saat ini, para militan tersebut masih berada di areal kilang minyak terbesar tersebut.
Menurut seorang pekerja kilang minyak di Baiji, sekitar 210 kilometer sebelah utara Baghdad tersebut, pertempuran secara sporadis pun masih terjadi.
Para militan Sunni dari kelompok Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) itu menyerbu kilang minyak tersebut pada Rabu, 18 Juni. Mereka membakar beberapa tangki penyimpan produk hasil pengilangan minyak serta sejumlah menara.
"Pertempuran berhenti sekitar tengah malam tadi, namun pecah kembali dari waktu ke waktu," tutur Dhahi al-Juburi, pekerja yang terjebak di areal kompleks kilang minyak tersebut.
"Pasukan Irak masih berada di dalam kilang, dan mereka kini menguasainya," imbuhnya saat dihubungi AFP lewat telepon. Dikatakannya, para militan saat ini masih berada di sejumlah tempat di kilang tersebut dan bahkan di beberapa menara.
Seorang pekerja lainnya yang juga berada di kilang Baiji itu, membenarkan keterangan Juburi.
Namun sebelumnya, juru bicara keamanan Perdana Menteri (PM) Irak Nuri al-Maliki, Letjen Qassem Atta mengatakan, kilang tersebut telah sepenuhnya dalam kendali pasukan pemerintah dan para militan telah dihalau pergi.
(dnl/hen)











































