Pasangan Capres dan Cawapres nomor 2, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK), berjanji konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) dalam waktu tiga tahun.
Hal tersebut diungkapkan JK menjawab pertanyaan dari Ekonom Universitas Indonesia (UI) Kahlil Rowter mengenai konversi BBM ke BBG yang sudah sangat mendesak saat ini.
"Kita sudah pengalaman konversi. Kita masuk rekor dunia untuk mengubah gaya hidup 56 juta kepala rumah tangga untuk konversi minyak tanha ke gas," kata JK di acara Dialog Capres dan Cawapres yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia babak kedua di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama kita yakin, kita mau, kita push, itu bisa jadi. Memang saat ini yang paling mendesak adalah konversi energi di transportasi dan energi listrik," ujarnya.
Selama ini kebutuhan BBM Indonesia sangat tinggi, dan selalu dipenuhi oleh impor yang juga tinggi. Pemerintah selalu bicara saja soal konversi tapi tidak pernah dilaksanakan.
"Tidak ada yang kelar, hanya janji-janji saja. Ingin konversi tapi waktunya kapan, infrastrukturnya mana, dan tidak ada uji coba," ujarnya.
Seharusnya, kata JK, uji coba itu penting dan ditunjang oleh infrastruktur serta terminalnya. Selama uji coba semuanya harus gratis supaya banyak warga yang mau ikut serta.
"Kami siap bertanggung jawab untuk melaksanakan. Waktunya dalam 3 tahun untuk konversi. Kita pengalaman ada," katanya.
(ang/dnl)











































