Tak Dapat Pasokan Gas, Pembangkit Listrik Ini Terpaksa Pakai BBM

Tak Dapat Pasokan Gas, Pembangkit Listrik Ini Terpaksa Pakai BBM

- detikFinance
Selasa, 24 Jun 2014 17:39 WIB
Tak Dapat Pasokan Gas, Pembangkit Listrik Ini Terpaksa Pakai BBM
Jakarta - Akibat konsumsi pemakaian listrik daerah Jawa-Bali terus meningkat, PT PLN (Persero) terpaksa mengoperasikan kembali PLTGU Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

"PLN terpaksa harus mengoperasikan kembali PLTGU Tambak Lorok yang sebelumnya dimatikan, ini karena konsumsi listrik di Jawa-Bali meningkat belakangan ini," ujar Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki dihubungi, Selasa (24/6/2014).

Suryadi mengatakan, PLTGU Tambak Lorok ini terpaksa dioperasikan menggunakan BBM, karena untuk dapat menambah daya ketika beban puncak.

"Kapasitas Tambak Lorok mencapai 2.000 megawatt (MW), kita operasikan beberapa unit sebesar 500 MW menggunakan BBM saat beban puncak," katanya.

Suryadi mengakui, PLTGU Tambak Lorok sebelumnya terpaksa dimatikan atau tidak dioperasikan PLN karena hingga sampai saat ini belum juga mendapatkan pasokan gas yang direncanakan dari Lapangan Gundih sebanyak 50 juta kaki kubik per hari (mmscfd) yang dioperasikan oleh Pertamina EP.

"Mereka (Pertamina EP) menargetkan gas dari Gundih baru dapat mengalir pada awal Juli nanti," tutupnya.

Seperti diketahui, PLN mencatat selama 3 bulan berturut-turut- April, Mei, dan Juni 2014-beban puncak sistem kelistrikan Jawa Bali mencapai rekor angka tertinggi untuk setiap bulannya.

Bahkan beban puncak Juni 2014 tercatat sebagai yang tertinggi dibanding rekor tertinggi padabulan April dan Mei, yakni 23.420 Megawatt (MW) yang terjadi pada Senin, 9 Juni pukul 18.00 WIB.

Sebagai perbandingan, rekor beban puncak tertinggi di April 2014 sebesar 22.974 MW (terjadi pada tanggal 24 April jam 18.00 WIB) dan rekor beban puncak tertinggi bulan lalu sebesar 23.208 MW (terjadi pada 6 Mei jam 18.00 WIB).

Rekor terbaru beban puncak sistem Jawa Bali 23.420 MW ini naik 853 MW atau 3,77%, dari beban puncak di 2013 sebesar 22.567 MW. Diperkirakan kenaikan beban puncak ini dipicu oleh kondisi cuaca yang lebih panas.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads