"Akibat penutupan akses jalan dan sungai oleh oknum masyarakat dan LSM, Medco tidak bisa mengirim minyak dan tangki penampungan produksi sudah penuh, sehingga terpaksa berhenti operasi (produksi)," kata Kepala Bagian Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Handoyo kepada detikFinance, Rabu (25/6/2014).
Handoyo mengatakan, akibat aksi tersebut dan terpaksa ditutupnya 2 lapangan minyak itu, negara kehilangan potensi pendapatan dari penjualan 1.000 barel minyak per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila harga minyak US$ 100 per barel, maka dikalikan 1.000 barel hasilnya US$ 100.000, atau bila dikalikan kurs Rp 10.000 berarti Rp 1 miliar per hari.
Sedangkan penghentian produksi sudah terjadi sejak 21 Juni 2014 hingga sampai saat ini.
(rrd/dnl)











































