Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PLN, Murtaqi Syamsuddin mengatakan, kenaikan tarif listrik ini akan mengurangi pendapatan PLN yang sebelumnya 60% dari pelanggan dan 40% dari subsidi listrik.
"Tahun ini tarif listrik naik untuk 6 kelompok listrik, sehingga porsinya bergeser dari pelanggan 78% dan 22% dari subsidi. Market akan melihat pendapatan PLN sudah dari pelanggan, bukan dari mengandalkan subsidi lagi. Ini diapresiasi oleh investor," jelas Murtaqi ditemui di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak dari kenaikan rating obligasi, lanjut Murtaqi, PLN bisa mengakses pendanaan dari pasar dengan biaya yang lebih murah. "Kalau minjam, bunganya lebih rendah. Cost of money lebih murah," ujarnya.
Murtaqi menuturkan, tidak hanya mendapatkan bunga pinjaman yang rendah, dengan kenaikkan tarif listrik tersebut PLN tidak perlu lagi mengandalkan jaminan dari pemerintah. Ini karena porsi subsidi listrik sudah tidak terlalu besar dalam pendapatan PLN.
"Sekarang sudah ada pendana yang mau memberikan pinjaman kepada PLN tanpa melalui pemerintah. Kalau tarif PLN sudah keekonomian, dampaknya itu tadi rating bagus, cost of money rendah, dan permintaan jaminan kepada pemerintah akan berkurang. Kan mengurangi beban pemerintah," terangnya.
(rrd/hds)











































