Hasan berharap, CT memberikan izin pembangunan PLTU berkapasitas 2 x 200 Mega Watt (MW) di wilayahnya.
"Kita minta izin listrik. Pembangunan PLTU di Jambi 2 x 200 MW," kata Hasan saat ditemui wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (1/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah proses. Penandatanganannya telah dilakukan di depan Presiden Korea. Sekarang belum selesai izinnya. Waktu kunjungan Presiden Korea ke Indonesia Oktober 2013. Ini proyek bentukan konsorsium dari PLN Korea, BUMD Jambi, dan swasta," ujar dia.
Hasan menyebutkan, investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan ini mencapai sekitar Rp 8 triliun. Setelah perizinan selesai, pembangunan akan segera dimulai dan ditargetkan bisa selesai hingga 3 tahun ke depan.
"Investasi sekitar Rp 8 triliun. Kita mau cepat. Tinggal tunggu izin dari Menko. Sudah berkali-kali minta. Kalau dengan Pak Menko kita laporkan. Agar dikasih perizinan cepat. Kalau itu memang selesai akan langsung dimulai. Pra FS (studi kelayakan) sudah," tandasnya.
(drk/dnl)











































