Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan, dengan adanya patokan harga minyak Japan crude cocktail (JCC) maksimal US$ 26 per barel membuat harga ekspor gas hanya US$ 2,7 per mmbtu.
Jero mengatakan, seiring naikknya harga minyak dunia, membuat harga gas juga terus naik, bahkan mencapai US$ 13-16 per mmbtu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring berjalannya waktu, pemerintah terus dikritik mengekspor gas dengan harga yang murah, hal tersebut mendorong pemerintah kembali melakukan renegosiasi kontrak harga gas Fujian pada 2010.
"Namun pada 2010 kita tidak berhasil meneregosiasi kontrak, ya namanya kontrak kalau Tiongkoknya nggak mau kita mau apa, kuat mereka karena ada kontrak itu," ucap Jero.
Jero menambahkan, kemudian pada 2011 dirinya dilantik sebagai Menteri ESDM dengan salah satu target yang harus diselesaikan adalah kembali merenegosiasikan harga gas Tangguh ke Fujian.
"Di 2013 kami bentuk tim, dan baru 20 Juni 2014 berhasil merenegosiasi, hasilnya benar-benar di luar yang saya bayangkan, sangat bagus, dan kita patut bersyukur atas keberhasilan ini," tutupnya.
(rrd/dnl)











































