Curhat Gubernur Jambi ke CT: Saya Malu Sama Korsel, Izin Proyek PLTU Tak Keluar

Curhat Gubernur Jambi ke CT: Saya Malu Sama Korsel, Izin Proyek PLTU Tak Keluar

- detikFinance
Selasa, 01 Jul 2014 14:14 WIB
Curhat Gubernur Jambi ke CT: Saya Malu Sama Korsel, Izin Proyek PLTU Tak Keluar
Jakarta - Gubernur Jambi Hasan Basri Agus menyambangi Menteri Perekonomian Chairul Tanjung di kantonya. Hasan ingin meminta izin terkait pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x200 Mega Watt di Jambi.

Hasan menyatakan, dirinya merasa malu karena izin soal proyekΒ yang bakal dibangun bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Korea melalui anak usahanya Korea East Power Ltd (KOSEP) tersebut tak kunjung keluar. Padahal, perjanjian kerjasama dengan Korea sudah ditandatangani sejak Oktober 2013.

"Penandatanganannya telah dilakukan di depan Presiden Korea. Waktu kunjungan Presiden Korea ke Indonesia Oktober 2013. Sekarang belum selesai izinnya. Tinggal tunggu izin dari Menko. Sudah berkali-kali minta. Kenapa saya kejar, kita malu dengan pengusaha Korea. Tandatangan di depan, tapi nggak jalan-jalan. Karena itu kita harus jalan," kata Hasan saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (1/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, investasi pembangunan proyek ini mencapai Rp 8 triliun. Angka ini sepenuhnya dibiayai oleh pihak Korea.

"Investasi sekitar Rp 8 triliun. Kita mau cepat. Kalau dengan Pak Menko kita laporkan. Agar dikasih perizinan cepat. Kalau itu memang selesai akan langsung dimulai. Pra FS sudah," jelas dia.

Menurutnya, Jambi merupakan daerah yang punya potensi sumber daya alam yang besar untuk bisa menggarap proyek-proyek yang bernilai tambah seperti PLTU. Proyek bentukan konsorsium PLN Korea, BUMD Jambi, dan swasta ini rencananya akan selesai dikerjakan dalam 3 tahun ke depan.

"Ini proyek bentukan konsorsium dari PLN Korea, BMD Jambi dan swasta. Kendalanya di pusat. Pembangunan PLTU ini untuk Jambi. Kita banyak potensi lainnya. Masih juga bisa bangun geotermal, PLTA. Pertumbuhan listriknya di sana 16%," cetusnya.

(drk/zul)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads