RI Impor Minyak Rp 13 Triliun pada Mei 2014, Naik 21%

RI Impor Minyak Rp 13 Triliun pada Mei 2014, Naik 21%

- detikFinance
Selasa, 01 Jul 2014 14:36 WIB
RI Impor Minyak Rp 13 Triliun pada Mei 2014, Naik 21%
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor minyak dan gas bumi (migas) tetap meningkat pada Mei 2014. Nilainya mencapai US$ 3,7 miliar (Rp 37 triliun), naik 0,38% dibandingkan April.

Porsi kenaikan paling besar adalah minyak mentah, yaitu 21,43% dari US$ 1,06 miliar (Rp 11 triliun) menjadi US$ 1,29 miliar (13 triliun). "Kalau melihat impor migas, paling besar di minyak mentah," kata Kepala BPS Suryamin di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (1/7/2014).

Sementara untuk komponen hasil minyak yang didominasi bahan bakar minyak (BBM) malah turun sebesar 7,48%. Dari bulan April sebesar US$ 2,3 miliar menjadi US$ 2,1 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suryamin menilai untuk hasil minyak memang seharusnya naik pada bulan Mei. Mengingat Mei merupakan periode jelang Ramadhan dan Idul Fitri yang mendorong tingginya kebutuhan BBM.

Namun, menurut Suryamin, Pertamina sudah melakukan impor hasil minyak dari bulan-bulan sebelumnya. Terlihat sejak Februari, Maret, dan April impor hasil minyak cenderung tinggi.

"Jadi dugaan kami itu sudah dilakukan sejak awal tahun biar tidak terlalu menumpuk pada 1-2 bulan sebelum puasa. Jadi sudah disimpan dulu," jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi pada impor gas yang turun 14,32%. Dari bulan April sebesar US$ 271 juta menjadi US$ 232,7 juta pada Mei.

(mkl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads