Larang Ekspor Tambang Mentah, Jero: Saya Diserang Jepang dan AS

Larang Ekspor Tambang Mentah, Jero: Saya Diserang Jepang dan AS

- detikFinance
Selasa, 01 Jul 2014 14:42 WIB
Larang Ekspor Tambang Mentah, Jero: Saya Diserang Jepang dan AS
Jakarta - Selain mengunjungi Fujian, Tiongkok untuk merenegosiasi kontrak gas Tangguh Papua, Menteri ESDM Jero Wacik juga mengunjungi Jepang untuk hadir di pertemuan Menteri ESDM sedunia baru-baru ini. Jero diserang utusan Jepang dan Amerika Serikat (AS).

"Saya baru pulang dari Jepang juga menghadiri pertemuan Menteri-Menteri ESDM. Dalam pertemuan tersebut Indonesia menjadi perhatian negara-negara di dunia khususnya terkait kebijakan pemerintah Indonesia di sektor mineral dan batu bara," ucap Jero kepada wartawan di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (1/7/2014).

Seperti diketahui, sejak 12 Januari 2014 pemerintah memutuskan untuk menerapkan pelarangan kebijakan ekspor mineral mentah (raw material).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak negara yang mempertanyakan langkah pemerintah tersebut. Namun saya jelaskan bahwa niat kita baik, karena satu untuk menjaga lingkungan, menaikkan nilai tambah. Tentu di sana saya bukan gombal tapi kasih kecap dikit, kalau Indonesia negara sebesar ini tidak menjaga lingkungan, lingkungannya rusak banyak negara sesak nafasnya karena oksigennya kurang," ucapnya.

Jero menambahkan, mendengar penjelasan darinya tersebut, banyak negara yang menerima bahkan senang dan mendukung, tapi tidak sedikit juga yang tidak senang Indonesia melarang ekspor mineral mentah.

"Banyak negara happy (senang), tapi banyak juga yang tidak happy, terutama dari tim Jepang dan tim Amerika Serikat, mereka menyerang saya," katanya.

"Tapi saya balas, you boleh tidak happy, tapi kalau you mau investasi smelter di Indonesia, you boleh ekspor hasil pemurniannya," tutupnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads