RI Kaya Gas, Tapi Pertamina Terpaksa Impor dari Amerika

RI Kaya Gas, Tapi Pertamina Terpaksa Impor dari Amerika

- detikFinance
Rabu, 02 Jul 2014 12:18 WIB
RI Kaya Gas, Tapi Pertamina Terpaksa Impor dari Amerika
Jakarta -

Menteri ESDM Jero Wacik menegaskan, gas bumi di Indonesia masih sangat banyak bahkan jumlahnya mencapai 360 triliun kaki kubik (TCF). Tapi kenyataannya, PT Pertamina (Persero) harus impor gas mulai 2019 dari Texas, Amerika Serikat (AS). Kenapa?

"Kenapa harus impor dari luar negeri? Karena Pertamina terus mengembangkan infrastruktur gas, mulai dari FSRU, jaringan gas, SPBG dan lainnya, di mana dalam infrastruktur gas harus ada kepastian pasokan gas," ujar Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir kepada detikFinance, Rabu (2/7/2014).

Ali mengatakan, tidak mungkin suatu fasilitas infrastruktur gas dibangun, kalau tidak ada jaminan pasokan gas dari lapangan mana, berapa jumlahnya sampai berapa lama pasokan gasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara kepastian pasokan gas sampai hari ini di dalam negeri tidak ada, kalau tidak ada ya kita harus cari dong dari mana," ungkapnya.

Seperti diketahui, Pertamina mengeluarkan dana investasi untuk infrastruktur gas mencapai US$ 5 miliar dalam 5 tahun. Dana sebanyak itu digunakan untuk pembangunan fasilitas regasifikasi LNG di Arun yang dianggarkan US$ 80 juta, penambahan FSRU, dan jaringan pipa gas dibeberapa daerah.

Pertamina sendiri akan impor gas dalam bentuk gas alam cair (Liqiud Natural Gas/LNG) selama 20 tahun mulai 2019 dari Corpus Christi Liquefaction Terminal Train 2 di Texas. Jumlah LNG yang akan dipasok adalah sebesar 0,76 juta ton per tahun. Perjanjian jual-beli ini dilakukan kemarin, 1 Juli 2014. Jumlah total LNG yang diimpor adalah 1,52 juta ton per tahun.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads