PT Pertamina (Persero) akan mulai mengimpor gas dari Texas, Amerika Serikat (AS) pada 2019 selama 20 tahun. Meski, Indonesia saat ini disebut pemerintah negara kaya gas.
Langkah Pertamina mengimpor gas tersebut mendapatkan dukungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
"Pertamina impor gas dari Amerika? bagus itu, gas yang di dalam negeri kan bisa disimpan untuk anak-cucu kita nanti," ucap Kepala Bagian Humas SKK Migas Handoyo Budi Santoso kepada detikFinance, Rabu (2/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti proyek gas Train 3 Tangguh BP di Papua, rencananya kan 2018 akan produksi gas, di mana 40% dari produksinya untuk pasokan dalam negeri, nah itu harus ada infrastrukturnya, kalau nggak ada susah juga," ucapnya.
Ia menambahkan, terkait impor gas Pertamina dari Texas mulai 2019, selama harganya masih kompetitif, tidak ada masalah.
"Yang pentingkan harganya kompetitif, bahkan kalau bisa lebih murah dari harga gas dalam negeri, lebih menguntungkan, gas dalam negeri bisa dipasok untuk industri lain, atau disimpan saja sebagai cadangan gas nasional untuk anak cucu kita nanti," tutupnya. (rrd/dnl)











































