Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Emil Salim mengaku sudah berulangkali menyarakan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menaikkan harga bahan bakar minyakk (BBM) bersubsidi. Namun sepertinya kebijakan ini sulit terlaksana. Apa penyebabnya?
"Saya sudah berulangkali sarankan Pak SBY untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Kalau tidak, buat apa saya ngomong di depan orang banyak BBM bersubsidi itu harus dihapus?" ucap Emil kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (2/7/2014).
Emil mengatakan, alasannya menyarankan Presiden SBY agar harga BBM bersubsidi segera dinaikkan adalah beban anggaran negara yang semakin berat. Tahun ini, anggaran untuk subsidi BBM mencapai Rp 246,5 triliun. Naik dibandingkan rencana sebelumnya yaitu Rp 210,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden SBY, tambah Emil, bukannya tidak ingin menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun, partai-partai politik pendukung pemerintah lah yang tidak menyetujuinya.
"Partai-partai politik pendukung pemerintah tidak ada yang setuju harga BBM bersubsidi naik, makanya sulit. Tapi kan saya menyampaikan apa adanya, saya bukan politisi," tegasnya.
(rrd/hds)











































