Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia tidak boleh lagi bergantung kepada impor energi, seperti impor BBM saat ini. Menurut Jokowi, ada mafia yang membuat Indonesia harus bergantung pada impor BBM.
"Masalahnya ini ada mafianya. Mafia minyak, mafia gas, dan lainnya. Kalau tidak ada mafia kan kita bisa kelola sumber alam sendiri. Ngapain pakai impor segala? Kalau produksi sendiri bisa lebih irit dan membuka lapangan kerja banyak. Kalau banyak pekerjaan, rakyat akan senang," kata Jokowi di Bandung Convention Centre, Jl Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan itu, Jokowi menyinggung soal kondisi listrik yang memprihatinkan di Kalimantan.
"Saya belum lama ini menginap di Kalimantan. Masa baru tiga hari menginap, listriknya byar pet. Tidak habis pikir saya, di zaman seperti ini di Indonesia masih ada yang begitu. Padahal Kalimantan kan kaya energi," tutur Jokowi.
Menurut Jokowi, di Kalimantan kekayaan batu baranya sangat potensial untuk cadangan energi nasional. Tapi entah mengapa Indonesia masih terlalu bergantung pada sumber energi fosil.
"Kalau saya jadi Presiden sudah saya pecat itu menterinya. Dua tahun tidak capai target, langsung pecat. Kalau dengan sistem itu kan jadi menteri-menteri ini bekerja lebih cepat. Banyak lho orang Indonesia mengantre ingin jadi menteri. Mending saya pilih orang-orang profesional saja," imbuh Jokowi.
(dnl/hen)











































