Ketika Jokowi Bicara Soal Mafia Minyak dan Soal Pecat Menteri

Ketika Jokowi Bicara Soal Mafia Minyak dan Soal Pecat Menteri

- detikFinance
Kamis, 03 Jul 2014 10:59 WIB
Ketika Jokowi Bicara Soal Mafia Minyak dan Soal Pecat Menteri
Bandung - Saat ini produksi minyak Indonesia terus menurun dan impor menjadi semakin banyak. Padahal Indonesia memiliki sumber batu bara yang besar dan bisa dimanfaatkan.

Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia tidak boleh lagi bergantung kepada impor energi, seperti impor BBM saat ini. Menurut Jokowi, ada mafia yang membuat Indonesia harus bergantung pada impor BBM.

"Masalahnya ini ada mafianya. Mafia minyak, mafia gas, dan lainnya. Kalau tidak ada mafia kan kita bisa kelola sumber alam sendiri. Ngapain pakai impor segala? Kalau produksi sendiri bisa lebih irit dan membuka lapangan kerja banyak. Kalau banyak pekerjaan, rakyat akan senang," kata Jokowi di Bandung Convention Centre, Jl Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan oleh Jokowi saat berpidato di hadapan sekitar 2.000 Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, Jokowi menyinggung soal kondisi listrik yang memprihatinkan di Kalimantan.

"Saya belum lama ini menginap di Kalimantan. Masa baru tiga hari menginap, listriknya byar pet. Tidak habis pikir saya, di zaman seperti ini di Indonesia masih ada yang begitu. Padahal Kalimantan kan kaya energi," tutur Jokowi.

Menurut Jokowi, di Kalimantan kekayaan batu baranya sangat potensial untuk cadangan energi nasional. Tapi entah mengapa Indonesia masih terlalu bergantung pada sumber energi fosil.

"Kalau saya jadi Presiden sudah saya pecat itu menterinya. Dua tahun tidak capai target, langsung pecat. Kalau dengan sistem itu kan jadi menteri-menteri ini bekerja lebih cepat. Banyak lho orang Indonesia mengantre ingin jadi menteri. Mending saya pilih orang-orang profesional saja," imbuh Jokowi.

(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads