Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan akan mendukung presiden baru bila berani menaikkan harga BBM subsidi, guna mengurangi beban APBN.
Menurut Wakil Ketua Komite BPH Migas Fanshurullah Asa, presiden baru tak perlu takut menaikkan harga BBM subsidi, karena selama ini BBM subsidi dinikmati orang-orang mampu. Tahun lalu saja, kenaikan harga BBM subsidi tidak menimbulkan keresahan dan terbukti kondisi sosial aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, cara paling realistis untuk mengurangi subsidi BBM dengan cepat saat ini adalah menaikkan harga BBM subsidi.
"Cara yang paling realistis dan terbukti aman-aman saja yakni dengan menaikan harga BBM subsidi, paling instan dan mudah diberlakukan," ucap Fanshurullah.
Namun untuk dapat menaikkan harga BBM subsidi, memang diperlukan presiden yang tegas dan tidak takut dibenci rakyatnya. Selain menghemat anggaran, kenaikan harga BBM juga membuat masyarakat mau hemat.
"Menaikkan harga BBM menang sering dicap kebijakan yang tidak sayang rakyat, makanya kita butuh presiden yang tegas dan berani ambil keputusan itu," ujarnya.
(rrd/dnl)











































