Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengatakan, memang tujuan pengurangan nozel BBM subsidi tersebut, agar masyarakat yang terpaksa antre panjang di SPBU bisa beralih mengisi BBM non subsidi seperti pertamax.
"Tujuannya kan agar orang beralih menggunakan BBM non subsidi," ujar Eri kepada detikFinance, Sabtu (5/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat kita itu sanggup mengantre panjang, bahkan berjam-jam lamanya untuk dapat beli BBM subsidi di SPBU, kecuali orangnya terburu-buru, atau BBM subsidi sudah kosong selama 3 hari, karena patokan mereka hari ini habis besok juga masih ada lagi," katanya.
Eri menjelaskan, alasan masyarakat rela berjam-jam antre untuk mendapatkan BBM subsidi, karena disparitas harga BBM subsidi dengan non subsidi yang terlampau lebar.
"Kenapa rela, ya daripada mereka harus beli BBM dengan harga Rp 12.000 per liter lebih baik antre panjang untuk dapat beli BBM subsidi dengan harga Rp 5.500-Rp 6.500 per liter," tutupnya.
(rrd/dnl)











































