Jawa Terancam Krisis Listrik, Pemerintah Ingin Masyarakat Berhemat

Jawa Terancam Krisis Listrik, Pemerintah Ingin Masyarakat Berhemat

- detikFinance
Selasa, 08 Jul 2014 17:02 WIB
Jawa Terancam Krisis Listrik, Pemerintah Ingin Masyarakat Berhemat
Jakarta - Mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 1.000 megawatt dipastikan tidak akan selesai sesuai target 2017-2018. Tanpa antisipasi, dengan menambah pasokan listrik, maka pulau Jawa terancam krisis listrik.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, tentunya pemerintah tidak akan tinggal diam dan pastinya akan membangun pembangkit listrik. "Namun yang tidak kalah penting lagi, pemerintah berharap masyarakat dapat melakukan gerakan penghematan energi listrik yang secara masif, khususnya di Jawa. Ini penting dan dampaknya besar, lebih mudah menghemat 1 watt daripada membangkitkan listrik 1 watt," papar Rida kepada detikFinance, Selasa (8/7/2014).

Rida mengatakan, dari sisi Direktorat Jenderal EBTKE akan masuk beberapa pembangkit panas bumi tahun ini untuk mengurangi defisit listrik tersebut. "Tahun ini kita ada PLTP (panas bumi), sudah masuk dari PLTP Patuha 1 x 55 MW di Bandung. Ada juga dari PLTP Cibuni di Ciwidey, Jawa Barat, itu 1 x 2 MW," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Rida juga meminta seluruh pihak untuk mendukung pembangunan PLTU Batang. Pembangkit listrik tersebut merupakan infrastruktur kelistrikan yang sangat penting. "Proyek ini sangat luas dampaknya bagi masyarakat," tuturnya.

(rrd/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads