PLTU Terbesar di ASEAN Mandek, CT Ketemu Gubernur Jateng Usai Lebaran

PLTU Terbesar di ASEAN Mandek, CT Ketemu Gubernur Jateng Usai Lebaran

- detikFinance
Rabu, 09 Jul 2014 12:56 WIB
PLTU Terbesar di ASEAN Mandek, CT Ketemu Gubernur Jateng Usai Lebaran
Jakarta - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang Jawa Tengah kembali molor, dan membuat pulau Jawa terancam krisis di 2018. Pemerintah pusat akan mencari jalan keluar, agar pembebasan lahan untuk PLTU ini cepat selesai.

Memang mandeknya proyek pembangkit berkapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW) ini adalah karena pembebasan lahan yang tak kunjung rampung. Ada 15% lahan yang harus dibebaskan, namun tak kunjung berhasil dibebaskan.

PLTU Batang merupakan pembangkit berbahan bakar batu bara terbesar di kawasan ASEAN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Habis lebaran saya akan bertemu Gubernur Jawa Tengah di Batang. Untuk mencari jalan keluar proyek ini. Filosofinya kita butuh listrik, jadi secepat mungkin makin baik. Kita akan dorong untuk lebih cepat, kalau seandainya lebih lambat, yang rugi adalah kita sendiri. Jadi kita akan dorong secepat mungkin," tutur Menko Perekonomian Chairul Tanjung di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (9/7/2014).

Pria yang akrab disapa CT ini mengatakan, tanah yang belum berhasil dibebaskan oleh investor proyek, yaitu Electric Power Development Co, Ltd (J-Power) dan PT Adaro Power, tersebar di berbagai tempat.

"PLTU Batang itu kan masih ada masalah pembebasan tanah. Kita tahu kurang lebih belasan hektar lagi itu dari dua ratus hektaran lebih totalnya yang belum bebas. Masalahnya itu tanahnya itu tersebar. Karena tersebar PLTU itu belum bisa dibangun. Pemilik PLTU sudah minta izin kepada kami pemerintah untuk mendeclare adanya status force majeure itu," papar CT.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads