Bos PLN Minta Subsidi Listrik Dicabut, Bagaimana Nasib Rakyat Miskin?

Bos PLN Minta Subsidi Listrik Dicabut, Bagaimana Nasib Rakyat Miskin?

- detikFinance
Kamis, 10 Jul 2014 09:21 WIB
Bos PLN Minta Subsidi Listrik Dicabut, Bagaimana Nasib Rakyat Miskin?
Jakarta - PT PLN (Persero) menyarakankan agar pemerintahan mendatang mencabut subsidi listrik yang tahun ini saja sudah mencapai Rp 103,8 triliun. Namun ketika hal itu diterapkan, bagaimana nasib rakyat miskin?

"Justru kita ingin subsidi listrik dicabut karena PLN tidak butuh subsidi tersebut. Yang butuh itu masyarakat miskin," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji kepada detikFinance, Kamis (10/7/2014).

Lantas bagaimana mekanisme, agar subsidi listrik dicabut namun masyarakat miskin tidak terbebani? "Sangat gampang. PLN sudah pegang data siapa saja pelanggan yang dalam kategori tidak mampu, yakni golongan listrik 450 volt ampere (VA) dan 900 VA," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya, lanjut Nur, pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA akan mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam pembelian listrik setiap bulan. Hal tersebut akan dapat langsung dirasakan masyarakat tidak mampu, dan terlihat bahwa pemerintah memang membantu dengan lebih terarah kepada mereka yang membutuhkan.

"Misalnya pelanggan 450-900 VA itu mulai dari Paijo, Paimin, Hendro, dan lainnya beli listrik Rp 20.000. Pemerintah beri bantuan listriknya Rp 70.000 per bulan, maka otomatis token listrik yang keluar setara Rp 90.000. Tapi ini hanya berlaku sekali dalam sebulan, kalau dalam sebulan Paijo beli listrik lagi Rp 20.000 maka token listriknya yang keluar ya seharga Rp 20.000," jelas Nur.

Skema tersebut, tambah Nur, akan lebih efektif karena pemerintah benar-benar membantu masyarakat yang tidak mampu. Ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menghemat pemakaian listrik.

"Rakyat miskin merasakan betul bahwa dia dibantu negara. Karena dibantu dia jadi irit listrik. Kalau boros, bantuan listrik dari pemerintah tidak ada lagi untuk bulan ini," ucapnya.

Nur menjamin cara tersebut dapat dilakukan, karena sistem PLN sudah terkomputerisasi serta adanya dukungan dari perbankan dan operator seluler, sehingga pembelian listrik bisa mudah dilakukan di mana saja.

"Bahkan masyarakat kita di Wamena sana listriknya prabayar semua, pakai token. Di sana sistem perbankan sudah masuk, operator seluler sudah masuk sehingga mudah beli token listriknya," kata Nur.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads