Cara Bos KAI Bebaskan Lahan Kereta Bandara, Warga Ditawari Jadi Pegawai

Cara Bos KAI Bebaskan Lahan Kereta Bandara, Warga Ditawari Jadi Pegawai

- detikFinance
Kamis, 10 Jul 2014 15:51 WIB
Cara Bos KAI Bebaskan Lahan Kereta Bandara, Warga Ditawari Jadi Pegawai
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki strategi khusus memperlancar proses pembebasan lahan proyek KRL Bandara Soekarno-Hatta. KAI akan memberikan tawaran menarik, berupa posisi pegawai tetap untuk kepala atau anggota keluarga yang tanahnya terkena proyek pembangunan.

Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya berjanji memberi prioritas saat proses penerimaan pegawai bagi anggota keluarga yang tanahnya akan dibebaskan.

"Setiap warga yang tanahnya mau bebaskan ditawari jadi pegawai KAI," kata Jonan saat ditemui di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (10/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menjadi pegawai, Jonan akan membagi level atau posisi berdasarkan tingkat pendidikan. Jika lolos seleksi, maka akan diterima sebagai pegawai. "Dia diberi jalur khusus sesuai jenjang pendidkan dan harus lolos tes kesehatan," jelasnya.

Nantinya warga yang terkena dampak dan sukerala menjual lahannya untuk proyek KRL bandar akan ditempatkan sebagai pegawai KAI pada wilayah operasional di Jawa dan Sumatera. Pegawai-pegawai ini juga akan menggantikan karyawan lama yang memasuki masa pensiun.

"Tahun ini yang pensiun ada 1.100 lebih pegawai. Setiap tahun replace ditambah 10%," jelasnya.

Skema penawaran ini merupakan cara baru yang ditempuh KAI. Karena selama ini KAI mengadapi kendala pembebasan lahan yang cukup berliku, khususnya untuk jalur Batu Ceper-Bandara Soetta sepanjang 12 kilometer. Setidaknya ada ribuan kepala keluarga yang tanahnya terkena proyek KRL bandara.

"Ini penawaran baru. Sebelumnya KAI nggak pernah beli lahan dari swasta. Ada kecil-kecil. Biasanya diberi pemerintah," sebutnya.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads