Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), Tiongkok merupakan pembeli terbesar minyak dari Irak, setelah itu disusul oleh India.
Namun, saat ini pasokan minyak dari Irak tengah mengalami gangguan. Penguasaan sejumlah wilayah di negara tersebut oleh Islamic State of Iraq, Syria, and the Levant (ISIS) menyebabkan produksi minyak turun 260 ribu barel per hari menjadi 3,17 juta barel per hari. Penurunan ini terjadi setelah pertempuran menyebabkan kilang di Baiji, Irak harus ditutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa saja militan ISIS bergerak untuk menguasai jaringan minyak di bagian selatan, yang menjadi pusat pemasok minyak Irak untuk seluruh dunia. Asia menjadi yang paling rentan, karena 60% pasokan minyak Irak dikirim ke wilayah ini," papar kajian IEA seperti dikutip dari kantor berita AFP, Jumat (11/7/2014).
Sementara di sisi permintaan, IEA memangkas proyeksi permintaan minyak dunia pada 2014 menjadi 92,7 juta barel per hari. Turun 130 ribu barel per hari dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Menurut IEA, penurunan permintaan disebabkan perekonomian global masih melambat. "Meskipun ada kemungkinan pulih pada semester II, tetapi mungkin tidak akan terlalu dramatis," sebut kajian itu.
Christine Lagarde, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), pekan lalu menyebutkan bahwa perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang 3,6% untuk tahun ini sepertinya harus diubah. Dia menyatakan pemulihan sepertinya tidak sebaik yang diperkirakan sebelumnya.
(hds/hen)











































