Ditinggal Mudik, di Jakarta Konsumsi Listrik Bakal Turun 50%

Ditinggal Mudik, di Jakarta Konsumsi Listrik Bakal Turun 50%

- detikFinance
Kamis, 17 Jul 2014 19:57 WIB
Ditinggal Mudik, di Jakarta Konsumsi Listrik Bakal Turun 50%
Jakarta - Konsumsi listrik di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang bakal turun 50% selama musim mudik Lebaran. Pada hari-hari normal, konsumsi listrik saat beban puncak di Jakarta dan Tangerang mencapai 7.000 Mega Watt (MW).

Total konsumen di area PLN wilayah distribusi Jakarta Raya dan Tangerang mencapai 4,5 juta pelanggan.

"Seperti tahun sebelumnya konsumsi turun separuh (50%). Dalam kondisi normal, penggunaan listrik 7.000 MW saat beban puncak," kata Manajer Bidang Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Koesdianto pada acara buka puasa bersama di Rumah Makan Sere Manis, Jakarta, Kamis (17/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koesdianto menjelaskan saat menjelang dan Hari Raya Idul Fitri beban listrik terendah mencapai 2.454 MW dan beban tertinggi saat malam hari mencapai 3.371 MW. Meski konsumsi listrik turun signifikan namun PLN tetap mensiagakan pembangkit miliknya, pembangkit PLN dalam posisi siaga.

"Pembangkit listrik Jakarta dan Tangerang ada terus. Produksi berkurang mengikuti supply. Kita produksi se-efisien sehingga nggak mungkin bangkitin banyak tapi jual dikit. Tapi kalau ada lonjakan permintaan kita siap," jelasnya.

PLN juga tetap membuka pusat pengaduan dan menyebar petugas selama 24 jam saat musim mudik Lebaran. Pelanggan akan terlayani meski sebagian besar masyarakat memilih untuk pulang ke kampung halaman untuk merayakan musim mudik. Masyarakat bisa mengadukan jika ada gangguan pada contact center (021) 123.

"Mengantisipasi percepatan pemulihan terhadap kemungkikan terjadinya gangguan jaringan, PLN Disjaya dan Tangerang melakukan siaga penuh pada setiap Posko Pelayanan Teknik pada 35 wilayah selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu," ujarnya.

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads