Hampir 2 Bulan, Dalang Penyelundupan Minyak Terbesar Belum Terungkap

Hampir 2 Bulan, Dalang Penyelundupan Minyak Terbesar Belum Terungkap

- detikFinance
Senin, 21 Jul 2014 16:55 WIB
Hampir 2 Bulan, Dalang Penyelundupan Minyak Terbesar Belum Terungkap
Jakarta - Sejak 2 Juni 2014 atau hampir 2 bulan berlalu, kasus penyelundupan minyak terbesar dalam sejarah Indonesia belum juga terungkap siapa dalangnya.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Agung Kuswandono mengatakan tugasnya sudah selesai terkait kasus ini. Soal pengungkapkan siapa di balik kasus ini adalah tugas kepolisian.

"Belum terungkap siapa di belakangnya, tapi dari kami sudah selesai, kan tugas kita cuma nangkap, yang tertangkap anak buah kapal sama kaptennya, kita serahkan ke Polda. Nah, Polda yang sekarang menangani," kata Agung di kantor Kemenkeu, Senin (21/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung mengakui untuk bisa membongkar dalang penyelundupan minyak memang tak mudah, sehingga butuh waktu yang lama.

"Makanya kami juga berusaha yang ini harus terungkap, tapi memang butuh waktu yang lama. Jangan dibongkar-bongkar dulu, nanti malah tidak terungkap," katanya.

Pada 2 Juni 2014, Ditjen Bea dan Cukai menangkap tanker MT Jelita Bangsa yang melakukan penyelundupan 1.000 ton minyak, di perbatasan Malaysia. Ada 402.000 barel minyak Pertamina yang dibawa, namun kini masih disegel

Tanker ini merupakan sewaan Pertamina untuk mengangkut minyak 402.000 barel dari sumur Chevron di Dumai, Riau menuju kilang Balongan, Jawa Barat. Namun kapal ini malah menuju perbatasan Malaysia dan 'mengencingi' minyak ke tanker lain bernama MT Ocean Maju.

Berikut kronologis penangkapan tanker tersebut:

1. Pada 2 Juni 2014 pukul 14.00 WIB, Kapal Patroli Bea Cukai 9004 menerima perintah untuk melakukan pengamatan kepada MT Jelita Bangsa, dari Dumai tujuan Balongan, Jawa Barat. Selanjutnya pukul 19.00 WIB, kapal patroli ini bergerak dari pangkalan Merak menuju sektor untuk tugas ronda laut.

2. Pada pukul 21.00 WIB, kapal patroli tersebut mengidentifikasi kapal targetnya yaitu MT Jelita Bangsa yang melintas di perairan Takong dan kapal patroli Bea Cukai itu terus melakukan pengamatan dalam jarak kurang lebih 3-6 mil (dengan radar).

3. Pada 3 Juni 2014 pukul 02.30 WIB, tanker MT Jelita Bangsa diamati keluar dari jalur seharusnya (rute Dumai-Balongan) dengan haluan utara memasuki East OPL. Kemudian kapal patroli Bea Cukai terus mengamati dalam jarak kurang lebih 6 mil (dengan radar).

Dalam pemantauan/pengamatan kapal patroli pukul 04.30 WIB. Tanker MT Jelita Bangsa berlabuh jangkar selanjutnya ada kapal yang mendekat dan sandar di lambung kiri MT Jelita Bangsa. Untuk pengamatan lebih jelas, dengan pengamatan visual, kapal yang sandar itu telah memasang selang/pipa ke MT Jelita Bangsa.

Selanjutnya kapal patroli Bea Cukai melakukan upaya penguasaan pada kapal tersebut. Dalam upaya penguasaan, kapal tersebut melepaskan selang, tali dari MT Jelita Bangsa untuk menghindari kapal patroli Bea Cukai pada posisi 01-39-417 N/104-29-417 E.

4. Kapal Patroli Bea Cukai selanjutnya melakukan pengejaran dan berhasil menguasai kapal bernama MT Ocean Maju tersebut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, setelah menguasai MT Ocean Maju, kapal patroli Bea Cukai menuju, sandar, dan memeriksa MT Jelita Bangsa.

Hasil pemeriksaan dan pemantauan, benar MT Jelita Bangsa melakukan ship to ship (mengencingi muatan) dengan MT Ocean Maju (sesuai pengakuan nahkoda MT Jelita Bangsa).

5. Pada 3 Juni 2014 pukul 07.00 WIB posisi 01-31-42 U/104-35-06 T di sekitar perairan berakit, kapal patroli Bea Cukai melakukan penegahan terhadap MT Jelita Bangsa dan MT Ocean Maju. Selanjutnya MT tersebut disegel menuju kanwil Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau guna proses lebih lanjut.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads