"Rencananya kami akan pindahkan pipa migas yang berada di bawah laut dengan ukuran 16 inci sekitar 20 km dari posisi yang ada saat ini atau ke sisi terluar sebelah timur dari Alur Pelayaran Barat Surabaya," kata Vice President Finance and Performance PHE WMO Wenrizal, di Jakarta, Selasa (22/7/2014).
Wenrizal mengatakan, perpindahan pipa tersebut bertujuan agar kapal-kapal besar bisa bersandar di pelabuhan di Surabaya. Dengan begitu, dampaknya akan positif bagi perekonomian secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, proses perpindahan pipa tersebut masuk pada tahap engineering, procurement, construction, installation (EPCI).
"Proses ini juga perlu carikan alternatif karena selama ini pipa gas dan minyak tersebut juga memasok gas ke pabrik pupuk di Gresik. Makanya sedang dicari alternatif, karena proses perpindahan tersebut tidak boleh sampai menghentikan pasokan gas ke Gresik," jelas Wenrizal.
Terkait dana yang dikeluarkan untuk memindahkan pipa-pipa migas di bawah laut tersebut, ungkap Wenrizal, adalah sekitar US$ 50 juta (Rp 500 miliar).
"Itu sudah kesepakatan dengan pemerintah, sehingga nanti dananya juga akan berbentuk cost recovery, atau diganti pemerintah. Yang punya kepentingan paling besar di sini adalah pemerintah," ucapnya.
(rrd/hds)











































