βͺDirektur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, pihaknya sudah membicarakan rencana ini bersama dengan Badan Pelaksana Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) dan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).β¬
βͺ"Segera kita lakukan tidak ada lagi BBM premium di jalan tol. Tidak ada lagi. Jadi semuanya non-subsidi," kata Hanung saat berkunjung ke Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan tol, tambah Hanung, dipilih sebagai sasaran awal penghapusan BBM bersubsidi ini karena penggunanya dianggap sebagai kelompok masyarakat yang mampu. Kelompok ini sudah tidak membutuhkan subsidi.
"Yang lewat tol itu kan sudah pasti mobil. Selain itu di jalan tol tidak ada sepeda motor, tidak ada angkot juga. Jadi lebih mudah pengawasannya," sebutnya.
Pada akhirnya, penghapusan BBM subsidi di jalan tol juga akan diterapkan di seluruh SPBU yang ada secara bertahap. Pada akhirnya, tidak ada lagi SPBU yang menjual premium bersubsidi.
Namun demikian, ada beberapa daerah yang sulit menerapkan hal tersebut karena tidak tersedia infrastruktur yang memadai untuk menjual pertamax. Sebagai solusinya, Pertamina akan tetap mengizinkan penjualan BBM jenis premium namun dengan harga pasar alias non subsidi.
"Secara maksimal akan kita siapkan pertamax. Tapi salah satu opsi yang kita siapkan adalah premium non subsidi. Terutama untuk wilayah luar Jawa yang infrastrukturnya pertamaxnya belum ada," papar dia.
(hds/hds)











































