Pertamina Berencana Tak Lagi Jual Premium di SPBU Jalan Tol

Pertamina Berencana Tak Lagi Jual Premium di SPBU Jalan Tol

- detikFinance
Selasa, 22 Jul 2014 11:46 WIB
Pertamina Berencana Tak Lagi Jual Premium di SPBU Jalan Tol
Semarang - PT Pertamina (Persero) berencana tidak lagi menjual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di jalan tol. Langkah ini ditempuh agar volume konsumsi BBM bersubsidi tidak melampaui jatah yang sudah ditetapkan untuk tahun ini yaitu 46 juta kiloliter (kl).

β€ͺDirektur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, pihaknya sudah membicarakan rencana ini bersama dengan Badan Pelaksana Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) dan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).‬

β€ͺ"Segera kita lakukan tidak ada lagi BBM premium di jalan tol. Tidak ada lagi. Jadi semuanya non-subsidi," kata Hanung saat berkunjung ke Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertamina, lanjut Hanung, sudah siap mewujudkan rencana tersebut. Namun pelaksanaannya masih menunggu surat dari BPH Migas. "Ini karena kita butuh payung hukum," ujarnya.

Jalan tol, tambah Hanung, dipilih sebagai sasaran awal penghapusan BBM bersubsidi ini karena penggunanya dianggap sebagai kelompok masyarakat yang mampu. Kelompok ini sudah tidak membutuhkan subsidi.

"Yang lewat tol itu kan sudah pasti mobil. Selain itu di jalan tol tidak ada sepeda motor, tidak ada angkot juga. Jadi lebih mudah pengawasannya," sebutnya.

Pada akhirnya, penghapusan BBM subsidi di jalan tol juga akan diterapkan di seluruh SPBU yang ada secara bertahap. Pada akhirnya, tidak ada lagi SPBU yang menjual premium bersubsidi.

Namun demikian, ada beberapa daerah yang sulit menerapkan hal tersebut karena tidak tersedia infrastruktur yang memadai untuk menjual pertamax. Sebagai solusinya, Pertamina akan tetap mengizinkan penjualan BBM jenis premium namun dengan harga pasar alias non subsidi.

"Secara maksimal akan kita siapkan pertamax. Tapi salah satu opsi yang kita siapkan adalah premium non subsidi. Terutama untuk wilayah luar Jawa yang infrastrukturnya pertamaxnya belum ada," papar dia.

(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads