Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, penghapusan solar bersubidi sesuai dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan kuota konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 46 juta kiloliter. Turun dibandingkan rencana sebelumnya yaitu 48 juta kiloliter.
"Jakarta Pusat tidak akan ada lagi solar bersubsidi mulai Agustus," ungkap Hanung di di Hotel Crown Semarang, Jawa Tengah, Selasa (22/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pemberlakuan ini, diharapkan masyarakat bisa mulai terbiasa untuk tidak menggunakan bahan bakar non subsidi. "Jadi mulai berlatih lah. Bertahap supaya masyarakat bisa menyesuaikan. Jadi tidak kaget kalau nanti subsidinya sudah tidak ada," tutur dia.
(hds/hds)











































