Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tak mau ikut campur soal permasalahan kontrak yang terjadi antara PT INTI (Persero) dan PT Pertamina (Persero) terkait proyek Radio-frequency identification (RFID).
"Saya tidak mau ikut campur tangan ah, enggak boleh. Itu urusan korporasi," ujar Dahlan saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (23/7/2014).
Dahlan tidak ingin dirinya terlihat membela salah satu pihak karena menurutnya itu murni urusan bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya masalah kontrak yang terjadi antara INTI dengan Pertamina terjadi karena adanya permintaan re-negosiasi dari INTI sebagai pemenang pemasangan alat monitoring dan pengendali Bahan Bakar Minyak (BBM) di kendaraan.
INTI meminta kepada Pertamina untuk melakukan perubahan (revisi) kontrak akibat nilai rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan membuat INTI merugi.
"Jalan keluar yang masuk akal ya kalau dari segi kontrak ya harus dihormati, kalau mau menyalahkan ya salahkan kenapa dollarnya menjadi kuat diluar dugaan," lanjut Dahlan.
(ang/ang)











































