"Baik investasi di pertambangan, maupun untuk membangun smelter itu berimbang. Artinya sektor ini menjadi semakin menarik," ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar di kantornya, Jakarta, Kamis (24/7/2014).
Dari 50 perusahaan tersebut, sebanyak 21 perusahaan untuk bauksit, biji besi, tembaga, dan mangan. Nilainya mencapai US$ 20 miliar. Sisanya adalah khusus untuk nikel dengan nilai US$ 11,3 miliar. "Untuk Nikel ada 29 smelter," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu semua sudah approve. Kita hanya menunggu realisasinya," sebut Mahendra.
(mkl/hds)











































