Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengungkapkan kapasitas listrik di Jawa-Bali total mencapai 31.456 megawatt (MW), dengan beban puncak hanya sekitar 23.420 MW.
"Pada Idul Fitri ini beban puncak di Jawa-Bali hanya 14.481 MW atau hanya 62% dari beban puncak normal, dengan beban terendah hanya 9.550 MW," ucap Nur, di Jakarta, Minggu (27/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Turunnya konsumsi listrik tersebut membuat kita harus mematikan 15 pembangkit PLTU di Jawa dengan total daya 6.706 MW," ungkapnya.
"Konsumsi listrik di Jawa paling turun saat hari H lebaran, paling rendah di Jawa Tengah dengan hanya 2.643 MW, Jakarta dan Banten sekitar 5.243 MW, mulai beranjak naik dan normal kembali pada hari ke 7 setelah lebaran," tutupnya.
Pembangkit yang dimatikan PLN mulai 24 Juli-5 Agustus 2014 di antaranya:
- PLTU Suralaya Unit 4 kapasitas 372 MW
- PLTU Suralaya Unit 4 kapasitas 372 MW
- PLTGU Tanjung Priok ST 2.0 kapasitas 173 MW
- PLTGU Tanjung Priok Blok 3 kapasitas 720 MW
- PLTU Muara Karang unit 4 kapasitas 162 MW
- PLTGU B Power kapasitas 119 MW
- PLTU Tajung Jati unit 1 kapasitas 661 MW
- PLTU Tanjung Jati unit 3 kapasitas 661 MW
- PLTU Cilacap unit 1 kapasitas 281 MW
- PLTU Paiton unit 6 kapasitas 610 Mw
- pltu Paiton PE Unit 8 kapasitas 610 MW
- PLTU Paiton PE Unit 3 kapasitas 815 MW
- PLTU Paiton unit 9 kapasitas 615 MW
- PLTU Paiton 1 kapasitas 370 MW
- PLTU Grisik unit 3 kapasitas 167 MW











































