Rencana ini digulirkan untuk menjaga kuota solar subsidi cukup hingga akhir tahun.
Menurut Kepala Riset Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa, langkah ini kurang efektif menekan konsumsi BBM bersubsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya menilai, langkah ini juga berisiko menimbulkan penimbunan solar oleh oknum masyarakat. "Karena lihat kebutuhannya besar, bisa saja justru ada yang iseng melakukan penimbunan. Namanya juga orang mencari untung," ungkap dia.
Di sisi lain, Purbaya berpandangan, bila langkah pembatasan ini tetap akan diberlakukan, ada baiknya justru waktunya dialihkan ke malam hari.
"Jadi biar truk-truk yang pakai solar itu jalannya malam hari saja. Tidak menggangu lalu lintas yang lain," pungkas dia.
(dnl/dnl)











































