Proyek itu merupakan PLTU berkapasitas 2 X 1.000 Mega Watt (MW). Total investasi yang diperlukan mencapai Rp 30 triliun.
"Kita kerjasama dengan konsorsium Ocean of Investment China dan Ocean Energy, KBN dan PLN. Kalau dana bank dari China dan MayBank senilai Rp 30 triliun," kata Direktur Utama KBN Sattar Taba kepada detikFinance, Selasa (28/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana groundbreaking Oktober," jelasnya
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta KBN untuk bisa memulai pembangunan mega proyek PLTU 2 X 1.000 MW sebelum berakhirnya periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Oktober nanti. Proyek tersebut dinilai sangat strategis karena akan memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Jawa yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.
PT KBN merupakan Badan Usaha Milik Negara pengelola kawasan industri pada 3 lokasi di Provinsi DKI Jakarta. Lokasi kawasan industri milik PT KBN antara lain, kawasan Cakung seluas 176,7 hektar, kawasan Marunda seluas 413,8 hektar, dan kawasan Tanjung Priok seluas 8 hektar.
(feb/dnl)











































