"3 hari sudah kebijakan tersebut berjalan, sampai sekarang aman-aman saja, tidak ada protes dari masyarakat yang berlebihan," ucap Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim dihubungi detikFinance, Minggu (3/8/2014).
Ia mengatakan, memang ada beberapa pertimbangan solar subsidi di Jakarta Pusat dihapus, salah satunya karena konsumsinya yang tidak terlalu banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibrahim menambahkan, pihaknya terus mengevaluasi kebijakan penghapusan solar subsidi di Jakarta Pusat, jika efektif dan kemungkinan bisa diperluas wilayahnya ke wilayah Jakarta lainnya.
"Ini kita evaluasi terus dalam 10 hari ke depan, kalau efektif kita bisa perluas wilayahnya. Memang kondisi di lapangan kadang ada mobil bagus masih rela cari-cari solar subsidi di wilayah Jakarta lain, tapi ada pula yang memilih beralih ke solar non subsidi," tutupnya.
(rrd/hen)











































