Ini Hasil Evaluasi Selama 2 Hari Penghapusan Solar Subsidi di Jakarta Pusat

Ini Hasil Evaluasi Selama 2 Hari Penghapusan Solar Subsidi di Jakarta Pusat

- detikFinance
Minggu, 03 Agu 2014 13:30 WIB
Ini Hasil Evaluasi Selama 2 Hari Penghapusan Solar Subsidi di Jakarta Pusat
Jakarta - Sejak 1 Agustus lalu tidak ada lagi solar subsidi dijual di SPBU-SPBU wilayah Jakarta Pusat, hingga sampai saat ini tidak ada protes dari masyarakat terkait kebijakan tersebut.

"3 hari sudah kebijakan tersebut berjalan, sampai sekarang aman-aman saja, tidak ada protes dari masyarakat yang berlebihan," ucap Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim dihubungi detikFinance, Minggu (3/8/2014).

Ia mengatakan, memang ada beberapa pertimbangan solar subsidi di Jakarta Pusat dihapus, salah satunya karena konsumsinya yang tidak terlalu banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya 90 kilo liter per harinya, tidak terlalu banyak, kalaupun di hapus kendaraan masyarakat bisa mengisi solar non subsidi atau Pertamina Dex atau merek lainnya yang kualitasnya jauh lebih baik daripada solar subsidi. Selain itu truk-truk angkutan juga tidak boleh masuk wilayah Jakarta Pusat," terangnya.

Ibrahim menambahkan, pihaknya terus mengevaluasi kebijakan penghapusan solar subsidi di Jakarta Pusat, jika efektif dan kemungkinan bisa diperluas wilayahnya ke wilayah Jakarta lainnya.

"Ini kita evaluasi terus dalam 10 hari ke depan, kalau efektif kita bisa perluas wilayahnya. Memang kondisi di lapangan kadang ada mobil bagus masih rela cari-cari solar subsidi di wilayah Jakarta lain, tapi ada pula yang memilih beralih ke solar non subsidi," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads