Masih ingat, akhir tahun lalu Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengungkapkan wacana ingin premium (BBM subsidi) tidak lagi dijual di Jakarta.
"Untuk menghapus solar di Jakarta Pusat memang lebih mudah, karena konsumsinya sedikit, untuk wilayah Jakarta selanjutnya masih dievalusi untuk wilayah Jakarta lainnya," ujar Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim dihubungi detikFinance, Minggu (3/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk hapus premium harus dibahas lebih lanjut, kita sudah pernah ketemu Pak Ahok, tapi perlu persiapan yang sangat matang, apalagi premium kan yang konsumsi masih banyak sekali," ucap Ibrahim.
Ia menambahkan, apalagi sebentar lagi akan terjadi pergantian presiden, tentunya kebijakan penghapusan premium di Jakarta juga harus koordinasi juga dengan pemerintahan selanjutnya.
"Itu menghapus solar bisa, bukan tidak mungkin premium juga, tapi itu perlu waktu dan persiapan yang sangat matang," katanya.
"Persiapan yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta salah satunya menyediakan transportasi massal yang banyak dan nyaman, jika sudah tersedia saya yakin untuk hapus premium di Jakarta bisa semudah menghapus solar," tutupnya.
(rrd/hen)











































