Jawa Terancam Krisis Listrik di 2018, Ini Jurus PLN

Jawa Terancam Krisis Listrik di 2018, Ini Jurus PLN

- detikFinance
Senin, 04 Agu 2014 13:31 WIB
Jawa Terancam Krisis Listrik di 2018, Ini Jurus PLN
Jakarta - Pemerintah memprediksi, molornya proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2 x 1.000 megawatt (MW) di Batang, Jawa Tengah akan menyebabkan krisis listrik di Jawa pada 2018. Namun PLN bergerak cepat dengan akan membangun banyak pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

"Memang benar apa yang dikatakan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, PLTU Batang molor, Jawa akan krisis listrik pada 2018," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji ditemui di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Senin (4/8/2014).

Nur mengungkapkan, dan sudah dapat dipastikan pembangunan PLTU Batang molor tidak sesuai target selesai pada 2018. "PLTU Batang sudah pasti molor, sampai sekarang saja nggak ngapa-ngapain, terkendala pembebasan lahan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Nur meyakini, krisis listrik di Jawa tidak akan terjadi. Karena PLN akan melakukan langkah cepat dengan membangun banyak pembangkit gas.

"Tapi krisis tidak akan terjadi, karena sudah ditambal PLN. Jadi PLN akan membangun pembangkit tambahan dominasi PLTG, karena paling cepat pembangunan pembangkit ya cuma gas hanya 3 tahun, total tambahannya sebanyak 2.000 MW sampai 2018 nanti," ujarnya.

"Kita akan tambah unit di PLTG Muara Karang dan Muara Tawar dan juga di Grati. Tapi rinciannya akan saya ungkap jika persiapannya sudah matang," tambahnya.

Terkait keputusan force majeure dari PT Bhimasena Power Indonesia anak usaha Adaro dan konsorsium terkait proyek PLTU Batang, PLN saat ini sedang mempersiapkan tanggapan atas pernyataan force majeure tersebut.

"Kita juga sedang susun tanggapan force majeure dari Bhimasena," tutupnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads