"Memang benar apa yang dikatakan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, PLTU Batang molor, Jawa akan krisis listrik pada 2018," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji ditemui di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Senin (4/8/2014).
Nur mengungkapkan, dan sudah dapat dipastikan pembangunan PLTU Batang molor tidak sesuai target selesai pada 2018. "PLTU Batang sudah pasti molor, sampai sekarang saja nggak ngapa-ngapain, terkendala pembebasan lahan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi krisis tidak akan terjadi, karena sudah ditambal PLN. Jadi PLN akan membangun pembangkit tambahan dominasi PLTG, karena paling cepat pembangunan pembangkit ya cuma gas hanya 3 tahun, total tambahannya sebanyak 2.000 MW sampai 2018 nanti," ujarnya.
"Kita akan tambah unit di PLTG Muara Karang dan Muara Tawar dan juga di Grati. Tapi rinciannya akan saya ungkap jika persiapannya sudah matang," tambahnya.
Terkait keputusan force majeure dari PT Bhimasena Power Indonesia anak usaha Adaro dan konsorsium terkait proyek PLTU Batang, PLN saat ini sedang mempersiapkan tanggapan atas pernyataan force majeure tersebut.
"Kita juga sedang susun tanggapan force majeure dari Bhimasena," tutupnya.
(rrd/dnl)











































