Solar Subsidi Dibatasi dan Premium 'Hilang' di Tol Tak Pengaruhi Inflasi

Solar Subsidi Dibatasi dan Premium 'Hilang' di Tol Tak Pengaruhi Inflasi

- detikFinance
Senin, 04 Agu 2014 16:00 WIB
Solar Subsidi Dibatasi dan Premium Hilang di Tol Tak Pengaruhi Inflasi
Jakarta - Larangan jual solar subsidi malam hari, penghapusan premium di SPBU rest area jalan tol, dan penghapusan solar subsidi di Jakarta Pusat, tidak terlalu berdampak pada inflasi.

Deputi Statistik dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menuturkan, pengaruh terhadap inflasinya tidak akan signifikan. Karena hanya beberapa SPBU yang dikenakan aturan tersebut.

"Pengaruhnya nanti kalau sudah meluas, artinya ini kan baru Jakarta pusat masih belum. Tapi kalau sudah menyebar di seluruh jakarta seluruh jalan tol," ungkapnya di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (4/8/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengakui, jika kebijakan tersebut diberlakukan untuk premium berpengaruh terhadap inflasi sampai dengan 90%. Sehingga bila ada kenaikan harga, maka pergerakan inflasi akan cenderung meningkat. Tetapi penghapusan premium hanya terjadi di SPBU di rest area jalan tol saja.

BPS akan melakukan survei khusus untuk mengamati pengaruh aturan dari BPH Migas tersebut dan juga perlu mengetahui lebih lanjut apakah kebijakan ini akan terus berlanjut ketahun berikutnya.

"Apalagi solar subsidi perannnya kecil untuk konsumen, solar lebih besar untuk diperdagangan besar sama diindustri, kecil sekali banyak mobil nggak pakai solar meskipun ada yang pake tapi nggak banyak. Sehingga gejolak harga solar pengaruhnya terhadap inflasi BBM nggak terlalu besar," tutupnya.

(mkl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads