Menurut Suryamin, Kepala BPS, perlambatan pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh lesunya aktivitas di sektor pertambangan. Pada kuartal II-2014, sektor ini tidak mampu tumbuh positif, yaitu -0,15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Semua sektor ekonomi meningkat, kecuali pertambangan dan penggalian. Sehingga pertumbuhan ekonomi hanya 5,12%," kata Suryamin dalam jumpa pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kuartal II-2014, sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah pengangkutan dan komunikasi yaitu 9,53%. Disusul konstruksi 6,59%, serta keuangan dan jasa perusahaan 6,18%.
(hds/dnl)











































