Ekspor Tambang Mentah Dilarang, Ekonomi RI Melambat

Ekspor Tambang Mentah Dilarang, Ekonomi RI Melambat

- detikFinance
Selasa, 05 Agu 2014 12:01 WIB
Ekspor Tambang Mentah Dilarang, Ekonomi RI Melambat
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2014 sebesar 5,12%. Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 5,12%. Apa penyebabnya?

Menurut Suryamin, Kepala BPS, perlambatan pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh lesunya aktivitas di sektor pertambangan. Pada kuartal II-2014, sektor ini tidak mampu tumbuh positif, yaitu -0,15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Semua sektor ekonomi meningkat, kecuali pertambangan dan penggalian. Sehingga pertumbuhan ekonomi hanya 5,12%," kata Suryamin dalam jumpa pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lesunya aktivitas sektor pertambangan, lanjut Suryamin, tidak lepas dari aturan pelarangan ekspor bahan mineral mentah. "Sudah ada aturan minerba (mineral dan batu bara) tentang pembatasan ekspor. Ini sangat mempengaruhi," ujarnya.

Pada kuartal II-2014, sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah pengangkutan dan komunikasi yaitu 9,53%. Disusul konstruksi 6,59%, serta keuangan dan jasa perusahaan 6,18%.

(hds/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads