"Jatah kuota BBM bersubsidi itu awalnya 48 juta kilo liter, lalu ada teman-teman di DPR kami diminta untuk mengurangi menjadi 46 juta kilo liter sampai akhir tahun ini," ucap Menteri ESDM Jero Wacik dalam jumpa pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (5/8/2014).
Menurut Jero, saat Kementerian ESDM melakukan perhitungan kuota BBM bersubsidi dengan pihak BPH Migas, ditemukan kemungkinan kuota untuk solar subsidi akan habis pada akhir November, dan premium akan habis 19 Desember.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jero, kuota BBM bersubsidi yang ada saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sampai 19 Desember saja.
"Kita berjuang bagaimana caranya 10 hari setelah tanggal 19 Desember itu solar dan premium tetap ada," lanjutnya.
(dnl/dnl)











































