Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto mengatakan, Freeport akan mulai mengekspor 10.000 dry metrik ton (DMT) konsentrat pada pukul 15.00 hari ini.
"Harusnya kita sudah bisa ekspor mulai tanggal 5 kemarin, tapi karena faktor cuaca, terkendala hujan dan pasang surut air laut, ekspor tertenuda," Roezik ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (7/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stok konsentrat yang menumpuk berbulan-bulan itu mengeras sehingga jadi lambat pengirimannya," katanya.
Rozik memperkirakan, baru hari ini produksinya bisa diekspor ke Tiongkok.
"Baru hari ini kemungkinan pukul 15.00 bisa, tapi itu kalau tidak ada kendala cuaca dan ada kapalnya, kalau tidak ya bisa besok pagi," tutupnya.
Seperti diketahui sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang baru terkait bea keluar mineral, pada 25 Juli lalu, akhirnya Freeport baru bisa ekspor, setelah sejak awal tahun tidak bisa ekspor.
(rrd/zul)











































