"Hasil rapat hingga tadi malam, kedua tim teknis tidak mencapai kata sepakat. Perundingan buntu," kata Manajer Media PT Pertamina Adiatma Sardjito kepada detikFinance, Jumat (8/8/2014).
Adiatma mengungkapkan, PLN bersikeras tidak menyetujui perubahan harga solar sesuai kesepakatan yang merujuk pada hasil kajian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adiatma menambahkan, tidak hanya itu, PLN juga tidak berkenan untuk mengganti kerugian yang dialami Pertamina selama memasok solar ke PLN karena harganya tidak disetujui PLN.
"PLN tidak mau membayar kerugian kita sejak 2013 mencapai US$ 28 juta dan semester I-2014 ini sudah rugi US$ 45 juta. PLN hanya mau membahas harga solar ke depan ke kontrak selanjutnya," ungkapnya.
Ia menambahkan lagi, Tim Teknis PLN masih akan membahas hasil rapat ini ke direksinya. Namun bagi Pertamina jika sampai tanggal 10 Agustus nanti tidak ada perubahan harga maka Pertamina terpaksa memangkas 50% pasokan solar ke seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PLN.
"10 Agustus kita pangkas 50% pasokan solar se-seluh pembangkit PLN se-Indonesia. Kalau tetap tidak mau juga, kita terpaksa hentikan semua pasokan solar," tuturnya.
(rrd/hds)











































