Perundingan Buntu, Pertamina Ancam Hentikan Seluruh Pasokan Solar Ke PLN

Perundingan Buntu, Pertamina Ancam Hentikan Seluruh Pasokan Solar Ke PLN

- detikFinance
Jumat, 08 Agu 2014 09:55 WIB
Perundingan Buntu, Pertamina Ancam Hentikan Seluruh Pasokan Solar Ke PLN
Jakarta - Perundingan Tim Teknis PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) yang dipimpin Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo tidak menemukan kata sepakat terkait harga solar ke pembangkit PLN.

"Hasil rapat hingga tadi malam, kedua tim teknis tidak mencapai kata sepakat. Perundingan buntu," kata Manajer Media PT Pertamina Adiatma Sardjito kepada detikFinance, Jumat (8/8/2014).

Adiatma mengungkapkan, PLN bersikeras tidak menyetujui perubahan harga solar sesuai kesepakatan yang merujuk pada hasil kajian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BPKP menetapkan harga solar yakni 112% MOPS (Mean of Plats Singapore) sampai 117% MOPS. Sementara PLN hanya mau 105% MOPS," ucapnya.

Adiatma menambahkan, tidak hanya itu, PLN juga tidak berkenan untuk mengganti kerugian yang dialami Pertamina selama memasok solar ke PLN karena harganya tidak disetujui PLN.

"PLN tidak mau membayar kerugian kita sejak 2013 mencapai US$ 28 juta dan semester I-2014 ini sudah rugi US$ 45 juta. PLN hanya mau membahas harga solar ke depan ke kontrak selanjutnya," ungkapnya.

Ia menambahkan lagi, Tim Teknis PLN masih akan membahas hasil rapat ini ke direksinya. Namun bagi Pertamina jika sampai tanggal 10 Agustus nanti tidak ada perubahan harga maka Pertamina terpaksa memangkas 50% pasokan solar ke seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PLN.

"10 Agustus kita pangkas 50% pasokan solar se-seluh pembangkit PLN se-Indonesia. Kalau tetap tidak mau juga, kita terpaksa hentikan semua pasokan solar," tuturnya.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads