Siap-siap, Jawa-Bali Makin 'Dihantui' Krisis Listrik

Siap-siap, Jawa-Bali Makin 'Dihantui' Krisis Listrik

- detikFinance
Jumat, 08 Agu 2014 10:50 WIB
Siap-siap, Jawa-Bali Makin Dihantui Krisis Listrik
Jakarta - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 1.000 megawatt (MW) di Batang, Jawa Tengah dipastikan tidak akan selesai terbangun pada 2018-2019. Kondisi ini mengancam Jawa-Bali mengalami krisis listrik.

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengungkapkan, berdasarkan rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian dan Pemprov Jawa Tengah di Semarang, dipastikan PLTU Batang tidak akan selesai pada waktu yang ditentukan yakni pada 2018-2019.

"Rapat dengan Menko Perekonomian diputuskan akan dicari lahan lain untuk membangun PLTU dengan kapasitas yang sama untuk mengantikan PLTU Batang," ucap Jarman di Jakarta, Jumat (8/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jarman mengungkapkan, diperlukan upaya antisipasi cepat untuk mengantisipasi tidak masuknya pasokan listrik dari PLTU Batang total 2.000 MW pada 2018-2019.

"Jika tidak ada upaya pembangunan pembangkit tambahan untuk menutupi kapasitas PLTU Batang yang molor, maka Jawa krisis listrik," ujar Jarman.

Mengapa molornya PLTU Batang molor Jawa-Bali krisis listrik?

Direktur Perencanaan dan Afiliasi PT PLN (Persero) Murtaqi Syamsuddin mengungkapkan, kebutuan listrik Jawa-Bali pada 2018 mencapai 32.346 MW, sementara pada 2018 kapasitas terpasang pembangkit PLN dan IPP mencapai 30.261 MW.

Tentunya jika PLTU Batang tidak masuk kapasitas terpasang pembangkit listrik di Jawa-Bali hanya 28.261 MW sementara kebutuhannya khususnya pada beban puncak pada 2018 mencapai 32.346 MW.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads